Islam
merupakan agama yang memberikan rahmat kepada setiap sudut ruang
kehidupan, tidak hanya manusia yang mendapatkannya akan tetapi juga
semua ciptaan Allah Swt. Kedatangan Islam bagaikan air hujan yang
menyirami ketandusan alam yang dipenuhi oleh debu-debu, kemudian
memberikan kesuburan dan melahirkan kehidupan. Islam telah mengatur
semua tatanan kehidupan untuk menjaga dan memberikan yang terbaik kepada
setiap makhluk ciptaan Allah terutama manusia sebagai khalifah dan
makhluk ciptaan yang paling sempurna.Perkembangan zaman, menuntut manusia agar lebih keras berusaha untuk menjaga kehidupan dan eksistensi agama Islam. Usaha-usaha untuk menjaga dan memperjuangkan agama Islam tidak cukup hanya dengan menjalankan ibadah-ibadah saja, akan tetapi berusaha untuk menjaga dan menerapkan nilai-nilai Islam yang sebenarnya. Di sini, khususnya mahasiswa Islam sebagai generasi penerus merupakan kekuatan dan aset yang sangat berarti bagi perkembangan dan kemajuan Islam dan bagi miniatur kehidupan umat manusia. Dalam hal ini, mahasiswa Islam juga berperan sebagi da’i, mengajak manusia kepada jalan Allah dengan jalan dakwah. Dakwah ini tidak hanya kewajiban mahasiswa Islam saja tetapi juga kewajiban seorang muslim dimanapun ia berada.
Dakwah kampus adalah segmen kecil dari dakwah secara keseluruhan. Namun keberadaannya memiliki peran strategis dalam mencapai tujuan yaitu membentuk masyarakat yang madani. Peran strategis ini disebabkan oleh potensi yang dimiliki mahasiswa tersebut. Potensi yang dapat digunakan untuk mewarnai kondisi global dengan nuansa lingkungan yang tetap teguh pada nilai-nilai Islamiyah, sekaligus menjadi pelopor bagi perubahan dalam masyarakat, membawa perbaikan dan kemudian melindungi masyarakat. Untuk itu diperlukan keseriusan, kesamaan dan ukhuwah yang baik antar seluruh elemen kampus untuk peduli dan melakukan partisipasi aktif dalam menanggulangi permasalahan yang terjadi di tengah masyarakat.
Kampus merupakan tempat berseminya berbagai pemikiran dan pergerakan secara terbuka dan bebas karena mahasiswa memiliki potensi besar sebagai agent of change dan iron stock. Di samping itu, kampus membutuhkan sentuhan dakwah secara khusus dan komprehensif karena adanya sebuah harapah bahwa kebangkitan Islam kembali akan dimulai dari kampus. Oleh karena itu, perlu didirikan sebuah Lembaga Dakwah Kampus (LDK) di kampus STAIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi agar dakwah lebih terstruktur dan memiliki arah yang jelas. Maka Unit Kegiatan Mahasiswa Dakwah ‘Azamul ‘Iffah (UKM DAI) hadir untuk menjawab semua kebutuhan sekaligus tantangan ini.
UKMD ‘Azamul ‘Iffah berdiri pada hari Ahad 18 November 2001 bertepatan dengan 3 Ramadhan 1422 H di Masjid Tablighiyah Jalan Soekarno Hatta Garegeh Kecamatan Mandiangin Koto Selayan Kota Bukittinggi Sumatera Barat Indonesia.
Adapun proklamator atau the founding fathersnya terdiri dari sembilan orang mahasiswa STAIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi yang sekarang beralih nama menjadi IAIN Bukittinggi yaitu:
- Al Amin
- Dahyul Daipon
- Mardeki
- Zulman Hadi
- Aria Mardiah
- Riza Yuliana
- Tati Mulyani
- Elda Fiestalia
- Elvi.
dikutip:http://azifer.blogspot.co.id/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar